Ini Keistimewaan Sabang dalam Dunia Pelayaran

Ini Keistimewaan Sabang dalam Dunia Pelayaran
JAKARTA – Sabang di DI Aceh yaitu satu diantara gerbang masuk wisatawan lewat laut. Bermacam kapal dari mulai yacht sampai pesiar sering bertumpu di Sabang sebelumnya meneruskan perjalanan. 

Peranan Sabang jadi pintu masuk laut Indonesia bukanlah tanpa ada saingan. Banyak kapal lebih pilih Langkawi di Malaysia serta Phuket di Thailand jadi tempat tempat bertumpu. Ketiganya sama-sama berkompetisi, serta dijuluki jadi segitiga emas Sapula (Sabang, Phuket, Langkawi). 

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata, Dwisuryo Indroyono Soesilo menyebutkan Sabang memilki kekhasan serta kelebihan sendiri. 


Pertama, Sabang di kenal mempunyai regulasi yang fleksibel serta mempermudah beberapa pelayar (yachter), untuk bertandang. Tubuh Pengusahaan Lokasi Perdagangan Bebas serta Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) sebagai pengelola Pelabuhan Sabang mengusahakan service itu dalam satu pintu, serta usai cuma satu jam saja. 

“Hanya satu jam telah beres mengurusi regulasi, yang dulunya berbelit-belit. Imigrasi yang teratur buat beberapa yachter yang gampang jadi satu diantara kelebihan dari Sabang, ” jelas Indroyono waktu didapati KompasTravel, Senin (16/4/2018). 

Ke-2, Sabang mempunyai kontur alam yang sangat untungkan beberapa pelayar. Laut yang sangat dalam walau di bibir pelabuhan sekitaran 25 mtr., hingga mempermudah kapal besar untuk bertumpu. 

Diluar itu tempat bersandarnya kapal-kapal besar juga minim arus serta ombak. Ini karna Sabang ditutupi oleh pulau yang berada di sekelilingnya. 

“Di bagian pelabuhannya saja hingga 25 mtr., mungkin saja di tengahnya dapat sampai 400 mtr.. Pelabuhan alamnya dapat segera disandarkan oleh yacht serta cruise pas di pinggirnya, ” jelas Sayid Fadhil, Kepala BPKS, dalam acara yang sama. 

Ke-3, wisatawan yang datang juga suka karna Sabang mempunyai acara-acara penyambutan tamu wisatawan yang demikian ramai. Hingga mereka terasa nyaman serta dihargai. 

“Mereka (wisatawan) katakan di Sabang kita diterima, bila di Langkawi serta Penang kita jadi dicuekin, ” jelas Sayid, bercerita pengalamannya waktu terlibat perbincangan dengan yachter. 

Ke-4, seperti beberapa tempat beda di Indonesia, bentag alam Sabang yang indah mengundang decak mengagumi akan wisman yang datang. Mereka sering berkeliling-keliling beragam tujuan alam, seperti Goa Jepang, titik-titik snorkeling serta diving, sampai tujuan wisata di Banda Aceh. 


Tetapi, bukanlah bermakna Sabang luput dari kekurangan jadi tujuan beberapa pelayar. Minimnya atraksi wisata buat wisman tidak dapat terlalu lama disana. Diluar itu keterbukaan orang-orang Aceh untuk tawarkan kulinernya, suvenir, atau macam hasil kreatifitas masih tetap butuh ditingkatkan supaya makin mendongkrak perekonomian mereka. 

“Yang kita kerjakan telah mulai menyamai tarif-tarif harga seperti bentor, penjual minuman-makanan agar seragam, tidak main tembak. Mereka (wisman) sesungguhnya miliki daya beli yang tinggi, tapi masih tetap bingung ada apa di Aceh yang dapat dibawa, ” tutup Sayid.
Previous
Next Post »