![]() |
| Myanmar Bangun Kota Baru dengan 4 CBD dan Pelabuhan |
Myanmar telah melansir proyek pembangunan perkotaan baru di wilayah Yangon.
Untuk memuluskan rencana ini, pemerintah mengundang pengusaha lokal dan asing berinvestasi dalam rencana induk melalui Forum Investasi Yangon.
Komite Investasi Yangon menguraikan bahwa sub-pusat, kota baru, stasiun kereta api dan zona industri akan ditetapkan sebagai bagian dari rencana pembangunan kota baru.
Empat proyek sub-pusat direncanakan sebagai Mindanma Secondary Central Business District.
Proyek ini bakal menjadi pusat perdagangan, pusat konvensi, pusat layanan sosial, logistik, teknologi informasi dan pusat perangkat lunak.
Dilengkapi dengan fasilitas komersial, bisnis dan wisata, kompleks olahraga, taman hiburan dan pelabuhan laut dalam.
Proyek-proyek kota baru ini adalah Thilawa New City, Southwest New City, Dagon East New City dan Dala New City.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendukungnya dengan pengembangan area stasiun kereta api yang dilakukan di enam wilayah termasuk stasiun kereta api Yangon Central, Kyimindine, Insein, Yegu, Mingaladon dan Danyingone.
Rencana induk pengembangan perkotaan Yangon memprioritaskan 42 proyek dengan perkiraan biaya 2,6 miliar dolar AS (Rp 36,1 triliun).
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan 9 proyek pengembangan perkotaan, 10 proyek renovasi pusat bisnis distrik dan 9 proyek layanan dan manajemen sosial.
Sebanyak 885 juta dolar AS (Rp 12,29 triliun) telah dialokasikan untuk melaksanakan 25 proyek untuk sektor manajemen pembangunan perkotaan.
Sedangkan 17 proyek sisanya berada di sektor pembangunan infrastruktur dengan perkiraan pengeluaran 1,802 miliar dolar AS (Rp 25 triliun).
Zonasi
Komite Investasi Yangon mengatakan visi pembangunan Yangon adalah menjadikannya kota hub internasional, kota infrastruktur yang dikelola dengan baik, kota yang nyaman dan kota pemerintahan yang baik.
Dengan jaringan jalan nasional, struktur kota Yangon akan terdesentralisasi ke daerah luar atau ke pelabuhan selatan.
Pengusaha dianjurkan untuk berinvestasi di proyek kota pintar dan kota ramah lingkungan di Yangon timur laut, zona industri di Dagon Timur dan Selatan, serta rumah terjangkau di proyek kota baru di barat daya.
Sekitar 11 zona industri baru juga diproyeksikan akan didirikan di luar wilayah kota Yangon yang meliputi Kawhmu, Kungyangon, Twanty, Thanlyin dan Kyauktan. Kawasan industri ini akan tersebar hingga lebih dari 730 hektar.
Pengembangan tersebut dilakukan untuk mencegah kesenjangan pembangunan antara wilayah kota dan daerah di pinggirannya.
Ada sekitar 29 zona industri yang ada serta Zona Ekonomi Khusus Thilawa di Yangon dan sekitar 53 persen zona industri di Myanmar terletak di Yangon.
Adapun Yangon menyumbang 23 persen dari produk domestik bruto negara tersebut, dengan pertumbuhan rata-rata 9,2 persen dari tahun ke tahun.
Wilayah ini juga berkontribusi sebesar 85 persen dari total perdagangan luar negeri, setelah menarik total 20,2 miliar dolar AS (Rp 280,6 triliun) investasi asing dari 845 perusahaan hingga tahun fiskal 2017-2018 sejak 1988-1989.
Diperkirakan, populasi Yangon akan meningkat hingga 10 juta penduduk pada 2030 mendatang. Saat ini, wilayah tersebut dihuni oleh 7 juta orang.

EmoticonEmoticon